Langsung ke konten utama

Terjebak di Rumah Paman Gangsar: Aku Bertemu Tuyul Pesugihan

 Dari kursi REMIPOKER , aku melihat ayah sedang fokus menyetir. Sementara di sebelahnya, ibu juga fokus memperhatikan ayah yang sedang menyetir. Sedangkan aku duduk di kursi tengah mobil dengan kedua saudaraku, Meli, dan Adit.




Kami sedang dalam perjalanan menuju rumah Paman Gangsatar. Ia adalah teman lama ayah saat masih duduk di bangku SMA. Kata ayah, mereka sudah lama tidak berkomunikasi sehingga saat mendengar kabar Paman Gangsar yang sukses, ia langsung mengajak kami untuk menemuinya.

Dengar-dengar, Paman Gangsar dulunya hidup susah. Entah sejak kapan, dirinya dikabarkan sukses dengan pekerjaannya dan punya rumah mewah. Ayah yang mendengar kabar tersebut merasa harus memberikan ucapan selamat yang layak, yaitu dengan mengunjunginya.

Singkat cerita, Paman Gangsar memberikan alamatnya kepada ayah. Sontak, ayah gembira sekali karena akan bertemu teman lamanya. Dan akhirnya, hari ini keluarga kami memutuskan untuk berangkat ke rumah Paman Gangsar.

Bukan apa, semakin dekat jarak yang dilalui mobil kami, semakin tidak enak pula perasaanku. Sepanjang perjalanan, ayah memang hanya mengandalkan lokasi yang dikirimkan ke ponsel ayah. Akan tetapi, banyak yang janggal dari perjalanan yang kami lalui.

Pertama, kami tadi sempat terhenti di tengah jalan tol karena mobil tiba-tiba saja mogok. Padahal, ayah sudah memoles mobil tersebut agar bisa tahan di perjalanan jauh. Untung saja, ada penumpang lain yang mau membantu menderek mobil kami sehingga bisa diperbaiki di bengkel.

Setelah menunggu satu jam, mobil kami ternyata bisa digunakan kembali. Tak menunggu lama, ayah menyuruh kami bergegas agar bisa segera sampai di tempat tujuan. Keanehan terjadi lagi ketika Meli muntah-muntah.

Padahal, dia adalah anak paling kuat di antara kami. Dia jarang sekali sakit, apalagi muntah hanya karena mabuk perjalanan. Namun ibu tetap berpikir positif. Ia kemudian memberikan Meli obat anti mabuk perjalanan yang disiapkannya. Dan untungnya, Meli tidak mual lagi setelahnya.

Ayah kemudian menghubungi Paman Gangsar untuk menjemputnya di lokas tersebut karena kata ayah, mobil kami mogok hanya berjarak satu kilometer saja dari rumah Paman Gangsar. Tak lama kemudian, Paman Gangsar datang.

Layaknya sahabat yang sudah lama tak bertemu, ayah dan Paman Gangsar berpelukan lama. Aku dan kedua saudaraku lalu bersalaman dengannya. Kemudian, Paman Gangsar mempersilakan kami untuk naik ke mobilnya.

Aku dan Meli kebagian duduk di kursi belakang. Tahu apa yang kulihat? Sebuah keranjang kecil yang berisi kembang-kembangan. Keranjang tersebut lalu aku taruh di bawah karena aku akan menduduki kursinya. Dari situlah, satu per satu keganjilan mulai terjadi.

Rumah Paman Gangsar memang besar, lebih tepatnya luas sekali, seperti penginapan yang punya banyak kamar. Setelah sampai, kami dijamu di ruang tamu di mana Ayah dan Paman Gangsar mengobrol ngalor ngidul sampai lupa waktu.

Aku dan kedua saudaraku hanya manggut-manggut, terkadang ikutan tertawa, dan lama kelamaan bosan dengan pembicaraan orang dewasa. Aku lalu izin ke kamar mandi untuk buang air. Di perjalanan menuju kamar mandi itu, aku bertemu seorang anak kecil.

Ia berjongkok sendirian di depan televisi. Bisa jadi ini anak Paman Gangsar yang tidak suka bertemu orang lain, apalagi menjamu tamu. Kalau aku bisa seenaknya seperti dia tanpa mendapat marah dari ibu, mungkin aku juga akan melakukannya.

Aku lalu mendekatinya dan mengajak kenalan. Namanya Mawar. Tapi wajahnya agak pucat. Dia juga hanya mengucapkan Mawar saja selama percakapan kami. Aku tiba-tiba kebelet kencing sungguhan. Aku lalu meninggalkannya untuk menuju kamar mandi.

Saat aku kembali, anak itu sudah tak ada di depan televisi. Mungkin dia sudah mau menemui orang-orang asing itu? Atau malah justru kembali ke kamarnya? Entahlah. Aku lalu bergabung kembali ke ruang tamu. Di sana, aku berbisik kepada Meli tentang anak yang kutemui tadi.

“Gila ya kamu? Tadi Paman Gangsar bilang kalau anaknya sudah meninggal dua tahun yang lalu,” kata Meli berbisik di telingaku. Deg! Aku terdiam lama. Lalu siapa yang kutemui tadi? Belum selesai aku bertanya-tanya, sosok anak yang kutemui tadi tiba-tiba muncul di belakang Paman Gangsar.

Anak itu kemudian bergelayotan di punggung Paman Gangsar. Dan semacam sudah terbiasa, Paman Gangsar menyambut tubuh anak itu dan menggendongnya di punggung.

Aku diam saja menyaksikan hal ini karena sepertinya, semua orang tidak ada yang melihatnya selain aku. Malam itu, aku tidur dengan perasaan yang tak karuan.

---

Keesokan harinya, mobil ayah yang sudah diperbaiki oleh bengkel sudah ada di depan rumah Paman Gangsar. Aku terus-terusan merengek untuk segera pulang karena sudah lama perasaanku tidak enak saat bermalam di rumah ini.

Akhirnya, ayah yang katanya masih kangen dengan sahabatnya itu terpaksa menuruti permintaanku. Kami lalu pamit pulang dan berterima kasih. Selama perjalanan, aku tak kuasa menahan apa yang sudah aku lihat semalam.

“Paman REMIPOKER pelihara tuyul,” kataku memecah keheningan.

Semua orang terdiam. Ibu kemudian menoleh ke arahku dan berkata, “Iya sayang, ibu juga melihatnya semalam,” katanya. Setelah itu, momen tersebut menjadi sesi kami mencurahkan apa yang selama ini kami pendam ketika berada di rumah itu.

Selain tuyul, Meli juga sempat melihat sosok hitam besar di kamar mandi. Ibu sendiri diganggu dengan suara hembusan napas di telinganya saat tidur. Terakhir, ayah melihat sendiri kalau di kamar Paman Gangsar ada sesajen untuk melakukan ritual pesugihan.

Tulisan ini hanya rekayasa. Kesamaan nama dan tempat kejadian hanyalah kebetulan belaka. TAMAT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARISAN BRONDONG

 IBU ARISAN YANG PENGEN DIBELAI – Saat ini aku tinggal di komplek di kawasan Jakarta, Ada satu tetanggaku yang memiliki keluarga yang damai Kepala keluarganya Adalah Pak Rahman dan memiliki istri yang super Sexy, Namanya Mbak Yunita Umurnya 30tahun kalau memakai pakaian yang minim dan berani apalagi belahan dadanya yang sering terlihat jika dia remipoker login . Ketika itu dia sedang dihalaman rumahnya Aku yang berada disebelahnya Tiba – tiba Dia ngedipin aku , terus aku bales ngedip sambil tersenyum , eh dia malah nepuk2 memeknya seakan tau kalau aku ingin memeknya. Aku makin nekad , sekarang aku ngadep kedia sambil ngangkang dan secara atarktif aku usap-usap kontol aku dari luar celana , terus aku kasih kode supaya dia menuju kehalaman belakang rumahnya, lalu kau menghampirinya keluar lewat pagar belakangku. Doi ngangguk , berjalan kebelakang lalu aku menghampirinya dan mencolek ataupun menngelus2 tubuhnya “Mas, Pagi-Pagi udah Nakal yah Mau mesumin Tentangganya” katanya langsung ...

MAMAK MAMAK MUDA SEDEP

 Cerita Dewasa Mama ku yang Kusaksikan Ngentot Dengan Semua – Mama memejamkan matanya seperti yg dilakukan oleh pak sahrul.Lalu pak sahrul melepaskan penisnya dan membopong mama turun dari ranjang. Kemudian kepala dan leher mama diletakan ditepi tempat tidur. Sementara pinggul mama ditunggingkan. Ternyta pak sahrul ingin mendogie mama.”akh..oh..pak..”kata mama ketika pak sahrul menggesekan kontolnya di memek mama. ”akhhhhh..pak.”desah mama lagi ketika pak sahrul menusuk vaginanya.”sassshh..oh..”pak sahrul memompa mama dengan sedikit lambat.Dan ahkirnya pak sahrul kembali memompa mama dengan tenaganya.Tanganya memegang perut mama.Mama terus mendesah terus mendesah sambil meremas dsternya diatas tempat tidur.Mulut pak sahrul tdk tinggal diam,dijilatinya punggung mama yg tertutup rmbut dan basah.Tanganya sesekalmemukul pantat mama. .”pak..saya..kluar..akh..ohhhhhhhh” desah mama panjang utk orgasme yg ke-2 kalinya. Pak sahrul kembali menempel penisnya divagina mama.Lalu pak sahrul mem...

PENIKMAT CINTA

Cerita Hot Dewasa Ada satu diantara mereka sudah jadi dosen tapi di Universitas lain, Ibu Enna namanya. Kita semua memanggilnya Ibu maklum sudah umur 40 tahun tapi belum juga menikah. Ibu Enna bertanya, “Eh, kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yang itu..”  remipoker88 Cerita Sex Ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VI di salah satu PTS di Bandung. Ceritanya saat itu aku lagi putus dengan pacarku dan memang dia tidak tahu diri, sudah dicintai malah bertingkah, akhirnya dari cerita cintaku cuma berumur 2 tahun saja Waktu itu aku tinggal berlima dengan teman satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima. Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki. Mulanya aku bilang sama kakak perempuanku, “Sudah, aku pisah rumah saja atau kos di tempat”, tapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya saya tidak diperbolehkan pisah rumah. Kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku...